Inside of West Sumatera: Nikmatnya Telur Berenda Dari Bukittinggi
Yang Paling Dicari
Jumat, 29 Januari 2016

Nikmatnya Telur Berenda Dari Bukittinggi


Karena anak-anak tertidur selama perjalanan ke kampung kemarin, kami ‘terpaksa’  makan siang di Bukittinggi walaupun perut sudah keroncongan. Papa menawarkan makanan yang belum pernah saya coba…. Talua Barendo.


                                                  ***

Jam sudah menunjukkan pukul dua siang. Sebuah warung makan sederhana yang letaknya di jalan Soekarno-Hatta Bukittinggi tampak ramai oleh jajaran mobil yang terparkir. Meja-meja makan yang jumlahnya tak banyak dipenuhi oleh pengunjung. Kami terpaksa menunggu beberapa menit. Untungnya tak lama, satu meja lesehan telah ditinggalkan oleh pengunjung sebelumnya.

 Menit demi menit telah berlalu. Namun hidangan makan belum juga datang ke meja kami. Dengan jumlah pelayan yang hanya tiga orang, memang pada warung makan ini pelanggan tidak terlayani dengan baik.

Bosan menunggu, akhirnya saya tergerak menuju ke dapur masakan. Mengintip secara dekat proses memasak Talua Barendo, masakan khas warung ini yang membuat orang-orang rela antri menunggu makannya.
Ini dia warungnya....


Kenapa Disebut Talua Barendo?

Talua Barendo sebenarnya merupakan masakan telur dadar biasa namun dalam wujud yang berbeda. Kalau kebanyakan telur dadar digoreng berbentuk tebal dan padat, namun pada Talua Barendo seperti terdiri dari beberapa lapis tipis yang saling berangkaian.

Kok bisa begitu ya? Padahal Talua Barendo hanya berasal dari telur itik yang ditambahkan dengan irisan daun bawang merah, sedikit cabe giling dan garam secukupnya. Tidak ada bumbu-bumbu penyedap lainnya.

Ternyata rahasianya berasal dari proses memasaknya. Talua Barendo dimasak dengan api besar yang berasal dari pembakaran kayu bakar. Untuk memasaknya dipergunakan satu wajan kecil dengan minyak goreng yang penuh terisi.

Tungku bakar yang membara

Satu porsi Talua Barendo yang disajikan, terbuat dari dua butir telur itik. Setelah telur dikocok dengan semua bumbu yang diperlukan dan dimasukkan ke dalam wajan yang telah terisi minyak goring panas, maka proses berikutnya yang akan membedakan dengan memasak telur dadar biasa.

Kalau pada telur dadar biasa, adonan dadar hanya didiamkan menunggu matang, maka pada Talua Barendo adonan dikacau secara terus menerus hingga adonan matang secara terpisah dan berangkaian. Dan inilah yang disebut Talua Barendo. Lapisan-lapisan telur tersebut diumpamakan seperti lapisan renda pada baju.
Hmmm….harumnya. Tak sabar untuk segera makan.
Penampakan Talua Barendo

Kriuk…kriuk… demikian bunyi Talua Barendo ketika bersentuhan dengan gigi. Memang memakan Talua Barendo akan terasa seperti memakan kerupuk. Lapisan tipisnya yang digoreng hingga garing dengan sebentar akan lumat di dalam mulut. Maknyus pokoknya.

Dalam waktu yang tak lama, satu porsi Talua Barendo habis disantap bersama. Jika anda datang ke warung ini secara rombongan disarankan untuk langsung memesan Talua Barendo dalam jumlah banyak . Karena Talua Barendo ini tidak pernah dihidangan dalam pajangan hidangan seperti di rumah makan Padang kebanyakan. Talua Barendo disajikan kalau ada permintaan langsung dari pelanggan karena memang memakannya enak dalam kondisi panas setelah dimasak. Butuh waktu sekiatar 5 sampai 10 menit bila kita meminta hidangan Talua Barendo berikutnya, jika sedang tidak banyak permintaan.

Akses menuju lokasi sangat mudah. Karena memang lokasinya berada di salah satu jalan utama di Kota Bukittinggi.Tak jauh dari Hotel Pusako Bukittinggi, bagi anda yang berkeinginan untuk mencicipi gurihnya Talua Barendo dari Kota Bukittinggi.


15 komentar:

  1. say abaru pertama kali tahu ada makanan ini dari blog ini wahh kuliner nusantara memang unik ya ;)

    BalasHapus
  2. Mantaabbbb aku paling suka yang kriwilnya banyak klo dadar

    BalasHapus
  3. bentuknya unik seunik namanya :)

    BalasHapus
  4. Waduh, ngelihatnya bikin aku ngiler. Nakanan ini ada di Jakarta nggak ya?

    BalasHapus
  5. Belum pernah ke sumatera euy :(
    Semoga deh suatu saat bisa kesana..

    BalasHapus
  6. hana pernah lihat yang mirip telur berenda ini tapi di rumah makan Sunda dan ngga tahu itu namanya apa..
    hehehe
    Makasih banyak infonya mba :D

    BalasHapus
  7. Aku ke Bukitting tapi malah belum pernah mampir ke sana. Suami sering membuat telur sepertiitu, mba. Kriuk-kriuk enak :). Slaam kenal, mba

    BalasHapus
  8. Oh... Talua = telur
    Barendo = berenda
    Kelihatan enak, pas buat lauk nasi hangat.

    BalasHapus
  9. Khas banget ya telur dadar di Sumbar, emang berasa beda.

    BalasHapus
  10. baru tau kalo ada "talua barendo" buk -.- hahahaha.. tapi rasa2 nya pernah liat n nyicip,,,cuma lupa kapan dan dimana hahaha

    BalasHapus
  11. menarik, jadi semacam telur dadar yang digoreng dengan minyak yang banyak dan sampai kering. wah kreatif juga ya si penemunya

    BalasHapus