Inside of West Sumatera: Indarung I : Dari Pabrik Menjadi Museum
Yang Paling Dicari
Sabtu, 27 Februari 2016

Indarung I : Dari Pabrik Menjadi Museum


PT Semen Padang merupakan pabrik semen tertua di Asia Tenggara. Berdiri pada 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM). Kemudian pada tanggal 5 Juli 1958 perusahaan dinasionalisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia dari Pemerintah Belanda. Pabrik yang berdisi di daerah Indarung, Padang ini dinamakan pabrik Indarung I.  Pada saat itu pabrik Indarung I mampu memproduksi semen 330.000 ton/ tahun. Selanjutnya pabrik melakukan transformasi pengembangan kapasitas pabrik dari teknologi proses basah menjadi proses kering dengan dibangunnya pabrik Indarung II, III, dan IV.


Saat ini pembangunan pabrik Indarung VI tengah berlangsung. Dimulai dengan peletakan batu pertama pada 26 Mei 2014 dan diharapkan pada trimester yang kedua tahun 2016 ini, pengerjaannya bisa selesai. Apabila pabrik Indarung VI ini telah beroperasi, akan terjadi peningkatan kapasitas produksi PT Semen Padang dari 7,5 juta ton/tahun menjadi 10 juta ton/tahun.

Dikarenakan karena faktor usia yang sudah melampaui umur layannya sehingga tidak layak lagi untuk beroperasi, pabrik Indarung I telah menghentikan produksinya pada tahun 2008. Pertanyaan selanjutnya, apa yang masih bisa diperbuat untuk pabrik Indarung I ini pasca berhenti beroperasi. Apakah akan dibiarkan begitu saja lapuk dimakan usia? Atau dapatkan dijadikan sebagai monumen sebagai penanda sejarah pendirian industry semen di Indonesia?

Salah satu yang menarik dari PT Semen Padang adalah tagline yang digunakan oleh perusahaan untuk menggambarkan identitasnya. Kami telah berbuat sebelum yang lainnya memikirkan. Menarik bukan?
Nah inilah yang dibuktikan oleh PT Semen Padang dalam mensiasati berhentinya operasional pabrik Indarung I. Tidak hanya menjadi pabrik semen yang pertama, Indarung I juga merupakan Museum Semen pertama di Indonesia. Hebat bukan?

Mungkinkah Dari Pabrik Menjadi Museum?

Sangat memungkinkan. Di Melaka Malaysia saja, rumah dari bangsawan Tionghoa dijadikan museum. Ada museum  Baba Nyonya dan museum China Jewelry. Tiap hari ada saja turis domestic maupun mancanegara yang mengunjungi kedua museum tersebut.

Sebuah ide brilian membangun museum dengan memanfaatkan kawasan pabrik yang sudah berhenti beroperasi. Dibuka pada tahun 2010, menjadikan Museum ini sebagai tempat studi paling atraktif bagi pelajar dan mahasiswa yang tertarik menekuni tentang proses produksi semen. Tidak hanya sebagai pusat informasi, pendirian museum ini juga bisa dikatakan sebagai suatu cara dari jajaran direksi dan komisaris PT Semen Padang untuk menghargai sejarah.
Tampak Depan Pabrik Indarung I

Instalasi Pada Indarung I

Apa Saja Yang Bisa Dinikmati Dari Museum ini?

Di museum semen  ini , selain masih memperlihatkan bangunan pabrik yang asli juga akan dilengkapi dengan miniatur pabrik untuk mengetahui proses pembuatan semen. Dari miniatur tersebut  akan memberikan ilustrasi pabrik Semen Padang tempo dulu yang masih menggunakan Proses Basah dalam pengolahan batu kapur dan bahan-bahan lainnya untuk menjadi semen. Hal ini akan sangat menarik karena proses pengolahan semen yang demikian sudah ditinggalkan. Untuk saat ini di PT Semen Padang telah digantikan oleh Proses Kering yang modern dan relatif lebih efisien.

Apalagi kalau seandainya di museum juga menampilkan informasi-informasi terkait proses pengolahan material baku yang dapat disaksikan dalam wujud diorama. Tentu berkunjung ke museum semen bukan menjadi sebuah kebosanan.

Hal lain yang dapat disaksikan adalah transportasi bahan baku di jaman dulu masih menggunakan jaringan kereta gantung yang menambah kesan klasik museum. Saat ini proses pengangkutan batu kapur dan silika dari Bukit Karang Putih dan Ngalau ke pabrik di Indarung telah menggunakan belt conveyor.

Saya sendiri walaupun menetap di kota Padang, baru tahu tentang keberadaan museum semen tersebut walaupun dapat dikatakan sudah hampir lima tahun beroperasi. Akan menjadi sebuah destinasi wisata yang menarik sebenarnya untuk Sumatera Barat apabila dikelola dengan baik dan terorganisasi dengan pemerintahan kota. Beruntung sekali tangggal 19 Maret nanti diadakan Wisata Heritage dan Green Industry dalam rangka memperingati HUT PT Semen Padang. Bagi anda yang tertarik untuk mengikuti event ini, sila menghubungi link berikut ini. Sampai Jumpa di Padang.










Ps: Foto Courtesy Blog The Hermanov

2 komentar:

  1. Bau semen gak sih kalo ke sana? Aku ada asma

    BalasHapus
  2. Mungkin kok pabrik yg udah ditutup jadi museum. Di Surabaya, juga ada bekas pabrik rokok yg sekarang jadi museum, dikenal sebagai House of Sampoerna :D

    Seneng ya kalau ada museum2 kyk gini :D

    BalasHapus