Inside of West Sumatera: Mandeh, The Paradise of The South Yang Ditaksir Oleh Raja Arab
Yang Paling Dicari
Minggu, 12 Maret 2017

Mandeh, The Paradise of The South Yang Ditaksir Oleh Raja Arab

Mandeh, Padang, Pesisir Selatan, Raja Arab

Bayangkan anda dihadapkan pilihan antara mengunjungi Pantai kawasan Raja Ampat di Papua atau hutan hujan Amazon Brasil. Maka kunjungilah kawasan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, karena anda akan mendapatkan kedua tempat tersebut disana.
Banyak yang tidak tahu bahwa sesungguhnya Sumatera Barat, juga memiliki laut dan pantai yang indah. Salah satu yang sangat potensial, digadang-gadangkan sebagai Raja Ampat dari barat, bernama kawasan Mandeh.  Terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, sekitar 56 km dari kota Padang. Mandeh dalam bahasa Minang berarti Ibu, merupakan salah satu Nagari (Desa) yang terdapat dalam kawasan tersebut. Di Nagari Mandeh masih memiliki tradisi memberi makan gratis nelayan yang berlabuh, layaknya seperti pulang ke rumah Ibu.

Kawasan Mandeh merupakan perpaduan perbukitan yang alami dengan keindahan teluk yang dihiasi dengan gugusan pulau-pulau kecil yang terletak di bagian tengah Teluk Carocok Tarusan. Kawasan seluas ± 8.632 ha memiliki pulau-pulau kecil layaknya Raja Ampat di Papua. Terdapat beberapa rangkaian pulau seperti pulau Pagang, Pamutusan, Marak, Cubadak, Taraju, Setan, dan Sironjong. Pulau-pulau tersebut berdiri melingkar, sehingga dari udara terlihat seolah-olah membentuk danau laut (sea lake).

Pulau Pamutusan

Pulau Sironjong

Pulau Semangki

Resort Di Pulau Cubadak

Untuk sampai ke kawasan Mandeh dari kota Padang tidaklah terlalu lama. Dengan waktu tempuh sekitar 90 menit, anda akan sampai disana. Dari kota Padang sesungguhnya terdapat dua rute untuk mencapai kawasan Mandeh yakni melalui Tarusan di Kabupaten Pesisir Selatan, serta bisa juga melalui Sungai Pisang di Bungus Kota Padang. Namun rute terakhir ini masih terkendala jalannya yang belum bagus.

Saya bersama rombongan memulai pelesiran di kawasan Mandeh dari Puncak Bukit Mandeh. Walaupun jalan menuju Puncak bukit Mandeh, masih relatif kecil, namun begitu anda sampai disana segala kepenatan akibat lelah berkendara akan langsung terbayarkan.

View Teluk Mandeh dari Puncak Bukit Mandeh (Photo Credit : Benny Hidayat @dagodang)
Sebuah lukisan alam yang amat indah. Laut tenang kebiruan dengan deretan perbukitan pada pulau-pulau yang terdapat disana. Tak lepas mata memandangi keindahan yang disuguhi disini. Apalagi di kawasan Puncak Bukit Mandeh ini juga dikelola oleh masyarakat setempat. Wisatawan akan disediakan tempat duduk untuk sekedar menikmati hangatnya goreng-gorengan plus tes manis. Dijamin segala kepenatan hidup akan sedikit terlupakan disini. Saya mengarahkan pandangan ke sekitar, terlihat alur muara sungai diantara hutan bakau meliuk-liuk menuju laut lepas, layaknya sungai di kawasan hutan Amazon Brasil. Sungguh pemandangan yang menakjubkan. Sedangkan di sisi yang lain akan kelihatan jajaran perahu nelayan yang tertambat di ujung muara pelabuhan.
Photo credit @dagodang

Alur sungai menuju Teluk Mandeh layaknya Amazon di Brasil


Berjalan kaki ke arah utara sedikit menuruni Puncak Bukit Mandeh, kita akan menjumpai hutan bakau dan air terjun yang langsung jatuh ke laut. Kalau travel.detik.com cuma menyusun lima pantai yang mempunyai air terjun, yang terjadapt di Tapanuli, Pacitan, Gunung Kidul dan Madura, maka list-nya akan bertambah dengan air terjun di pantai Mandeh.

Air Terjun jatuh ke laut di Mandeh


Pagi itu kami janjian dengan pemilik boat di Pelabuhan Pendaratan Ikan Carocok Tarusan. Kami membayar Rp.250.000  per orang untuk sewa boat. Setelah 20 menit perjalanan, kami singgah di Pulau Setan. Pasirnya putih lembut, air laut tenang tak beriak, dikanan terlihat bukit barisan dan dikiri Pulau Sironjong serta Pulau Cubadak dihiasi cottage-cottage Paradiso resort. Di pulau Setan, kita bisa berpuas diri menikmati ragam wahana permainan air yang tersedia.

Ragam wahana permainan air
Ombak laut di pulau Setan cukup tenang dan jernih, sehingga snorkling sangat disarankan untuk anda lakukan disini karena terumbu karang kawasan wisata Mandeh juga indah. Sesekali terlihat  ikan-ikan bermain didasar laut dangkal.

Bagi anda yang punya keberanian untuk melompat ke laut dari tebing yang tinggi, bisa menghampiri pulau Sironjong Kecil. Disini memang spot tersebut disediakan bagi yang ingin.


Kawasan Mandeh juga menyimpan misteri bangkai kapal Boelongan Nederland milik Belanda yang terkubur di dasar laut. Kapal buatan tahun 1915 ini dibombardir Jepang tanggal 28 Januari 1942. Menurut Sejarawan Prof. Mestika Zed, kapal tersebut dua lantai, bagian lambung patah dan dinding kapal terkena peluru.

Tak disangka, petang pun datang menjelang. Kami harus kembali lagi ke Padang. Namun kenangan kegembiraan  pelesiran di kawasan Mandeh sulit untuk dilupakan. Kecantikan alam, kemisteriusan sejarah ada disana, benar-benar sepotong surga yang terdapat di selatan provinsi Sumatera Barat. Bahkan Pangeran Arab pun diberitakan diam-diam mengunjungi kawasan Mandeh ini saat liburan keluarga Kerajaan kemarin ke Indonesia. Menunggu janji investasi dari Raja Arab seperti diberitakan di media nasional. Semoga gaung Mandeh akan lebih menginternasional.

8 komentar:

  1. Belajar keindahan alam Sumatera, sekaligus belajar sejarah baca postinganmu mbak TFS :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks sudah berkunjung mb April

      Hapus
  2. Pulaunya cantik2 ya, mb. Pengin banget main ke sana. :3

    BalasHapus
  3. udah lama nggak belajar sejarah daerah..jadi tau nih info2 di balik daerah ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wlo udah ga dibangku sekolahan lagi, tapi tetap bisa belajar sejarah ya mb

      Hapus
  4. Sewa boat 250 per orang? lumayan juga tuh. Wisata pantainya cakep-cakep

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya biaya perorang mb Helena. Lumayan mehong ya mb...tapi itu berkeliling seharian ke pulau-pulau cantik tersebut

      Hapus