Inside of West Sumatera: Tahukah Anda ? SISCa 2017 Adalah Iven Menuju Songket Silungkang Yang Berkelanjutan
Yang Paling Dicari
Sabtu, 26 Agustus 2017

Tahukah Anda ? SISCa 2017 Adalah Iven Menuju Songket Silungkang Yang Berkelanjutan

 
songket, silungkang, berkelanjutan, sawahlunto


Satu tahun lalu, saya begitu antusias untuk datang kembali ke Sawahlunto. Jujur, bayang-bayang kenangan Sawahlunto di masa kecil itu masih ada. Sebuah kota yang bersejarah. Kota kecil yang dikelilingi perbukitan. Didalam perut buminya dahulu tersimpan kandungan batubara, yang kini sudah tinggal cerita. 

Hari itu adalah kali keduanya digelar ajang Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa). Mungkin bagi anda, Jember Fashion Festival, lebih familiar didengar. Tapi Sawahlunto, sedikit berbeda. Ini bukan hanya sekedar ajang fashion biasa. Tapi lebih dari itu.

Songket Silungkang Itu Telah Mendunia

Silungkang merupakan nama nagari yang terdapat di pinggir kota Sawahlunto. Mungkin songket tidak hanya terdapat di Silungkang ya. Ada Songket Palembang. Di Sumatera Barat saja terdapat tiga daerah yang memproduksi songket dengan corak yang berbeda. Ada songket Pandai Sikek, juga ada songket Halaban. Namun mahakarya songket Silungkang telah ada mendunia sejak lama, sejak tahun 1910.


Perjuangan Menuju Pakaian Nasional

Tahun ini iven Sawahlunto Internasional Songket Carnaval (SISCa) kembali digelar untuk ketiga kalinya. Pengembangan pasar dan menjadikan songket sebagai pakaian nasional, tetap menjadi target utama iven yang masuk dalam kalender wisata Sawahlunto ‘Kota Pusaka’ itu.

Menurut Ali Yusuf, walikota Sawahlunto, target tersebut bukan hanya untuk kepentingan Sawahlunto saja. Namun, menjadi perjuangan bagi pengerajin songket secara nasional. sebab, pengerajin songket tidak hanya ada di Sawahlunto, namun tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Meski tahun lalu target  menjadikan songket sebagai pakaian nasional belum tercapai, tapi Walikota meyakini, iven SISCa yang telah dilaksanakan memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian masyarakat.

Peningkatan Jumlah Pengrajin Songket 

Jumlah pengerajin songket di Sawahlunto yang terus mengalami peningkatan. Tahun 2016 lalu, jumlah pengerajin songket mencapai angka 701 orang dengan kapasitas produksi mencapai 140 pisc songket setiap hari. Setahun berselang, jumlah pengerajin songket di Sawahlunto saat ini di tahun 2017 sudah mencapai angka 996 orang, dengan kapasitas produksi mencapai angka 190 pics setiap harinya.

Beragam Acara Di SISCa 2017

Ketua Pelaksana SISCa 2017, Deswanda mengungkapkan, pelaksanaan SISCa 2017 sedikitnya akan diikuti 1.500 peserta, yang berasal dari lokal Sawahlunto, Sumatera Barat, dan luar Sumatera Barat.
Kegiatan dimulai dari tanggal 25 Agustus 2017 dan diakhiri dengan parade/karnaval songket di kawasan kota tua, pada hari ini 27 Agustus 2017. 

Ada lomba Foto yang digelar oleh Pemerintah Kota Sawahlunto dalam rangka penyelenggaraan iven Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) 2017, mendapatkan animo yang luar biasa dari masyarakat, baik masyarakat lokal, maupun luar Kota Sawahlunto. Hal ini terlihat dari total jumlah peserta yang mendaftar, yakni sebanyak 359 peserta.

Juga ada konferensi songket yang diikuti dari pengrajin songket se Indonesia. Dan tentunya ada pameran produk-produk songket.

Dan hari ini, saya bersedih. Karena tidak bisa datang ke Sawahlunto. Sambil menikmati momen-momen yang saya rekam tahun lalu, berharap tahun depan bisa kembali datang ke Sawahlunto.




2 komentar:

  1. Cantik-cantik banget songketnya :)

    BalasHapus
  2. keren acaranay dan waktu ke padang aku juga beli songket buat koleksi

    BalasHapus